Semoga ukhti termasuk wanita yang membuat cemburu bidadari surgawi karena kemuliaan ukhti melebihi mereka. Amien ya Maulaya.
Bidadari merupakan makhluq ghaib yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan nan selalu dipuji manusia. Seluruh kecantikan, keindahan, kelembutan dan kemuliaan wanita selalu diandaikan dengan bidadari, walau tiada pernah mata melihatnya. Mendapat nikmat berupa bidadari di surga Allah, merupakan rangsangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada seluruh hamba-Nya. Bukan hanya masalah seks sehingga keindahan, kecantikan, kelembutan dan kemuliaan bidadari menjadi perangsang hamba agar bertaqwa, namun tabi’at akal dan nafsu manusia membutuhkan tamsil nikmat yang begitu dekat dengannya, maka bidadari dan seluruh nikmat dunia dijadikan permisalan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: ’Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu.’ Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), di sisi Rabb mereka ada surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya”. (QS. Ali Imran: 14-15).
Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali gambarkan tentang kenikmatan surgawi yang akan direguk hamba-hamba-Nya yang baik. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman. (Yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera halus dan sutera tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari bermata jeli”. (QS. Ad-Dukhan: 51-54).
Sungguh sulit membayangkan wanita dunia bisa menandingi keindahan, kecantikan dan kemuliaan bidadari surgawi. Namun tunggu dulu ukhti sayang, jangan terlalu cemburu! toh, karena ternyata kita jauh lebih mulia daripada mereka. Dialog antara Ummul Mukminin Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha dibawah ini menjadi bukti betapa kita, ternyata lebih mulia daripada bidadari bermata jeli, namun tentu semua ada syarat dan kategorinya.
Ummul Mukminin Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Ya Rasulallah, jelaskan padaku firman Allah tentang ‘Bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab,”Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”
Ummu Salamah berkata,”Jelaskanlah padaku, ya Rasulallah, tentang firmanNya,’ Laksana mutiara yang tersimpan baik”. (QS. Al-Waqi’ah: 23).
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman laut, tak pernah tersentuh tangan manusia.”
Ummu Salamah bertanya lagi, “Ya Rasulallah, jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, ’Di dalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik”. (QS. Ar-Rahman : 70)
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”
Ummu Salamah bertanya, “Jelaskanlah padaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik”. (QS. Ash-Shaffat : 49).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya (yang biasa disebut putih telur).”
Ummu Salamah kembali bertanya, “Ya Rasulallah, jelaskan padaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (QS. Al-Waqi’ah : 37)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai gadis-gadis muda, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”
Ummu Salamah bertanya, “Ya Rasulallah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab,”Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”
Ummu Salamah bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari, ya Rasulullah?”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka bak sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas.
Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-bersungut. Bahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya’…”
Ummu Salamah bertanya kembali, “Ya Rasulullah, salah seorang diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga. Siapakan diantara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa diantara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata: ‘Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia maka nikahkanlah aku dengannya’…Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.” (HR Ath-Thabrani).
Amboy, indahnya penggambaran Islam terhadap kaum wanitanya yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Masihkah kita enggan untuk taqwa? Taqwa dalam makna ta’at terhadap seluruh perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, takut bermaksi’at ketika melanggar larangan-Nya. Ridha terhadap apapun keputusan Allah untuk kita. Mengharap cinta, rahmat dan kasih sayang Allah Azza Wa Jalla.
Karena Adinda Begitu Mulia
Label: Dunia Akhwat | author: Tim Embun TarbiyahSuratan Hati Kepada Putri Islami
Label: Dunia Akhwat | author: Tim Embun Tarbiyah
Teruntuk putri muslimah putri islami bagi dien ini. “semoga allah SWT senantiasa menjaga kesucian harga dirimu di tengah dahsyatnya finah dan ujian.”.
Ukhti muslimah, Putri islami di negeri pertiwi…
Malam ini ada gelisah yang menyusup kedalam jiwaku.Aku terbangun dengan ikatan -ikatan kecemasan.Mataku berembun sebagaimana kaca jendela kamarku yang setiap malam berbasah embun musim dingin yang begitu dahsyat.Tak ada suara selain teriakan – teriakan batin yang menggema di liang telingaku ketika teringat keadaanmu di negeri pertiwi yang dirudung fitnah begitu besar.
Putri islami dinegeri pertiwi …
Kuambil pena setelah kulantunkan untaian doa.Semoga lantunan pena kegelisahan ini membuat jiwa-jiwamu tersadar akan apa yang sebenarnya kami rasakan. Hingga pena ini tergerak untuk menasihatkan.
Ukhti muslimah…
Jika tarian pena kegelisahan ini terlalu latah dan kering , semoaga tetesan bening yang membersamai tulisan ini bisa menyejukkan suasana hatimu laksana gerimis ketika hadirnya musim panas.
Putri islami yang sedang memegang suratan hati ini , adakah waktu beberapa menit saja di tengah kesibukanmu bersama tugas kuliah? Dan adakah beberapa saat saja untuk meluangkan isi hati dan perasaan demi membaca tarian pena di lembar putih ini? Dan adakah sebentuk kasabaran yang setiap sisinya dihiasi perhatian untuk menyelesaikan suratan hati ini hingga akhir? Kami mohon engkau tak merasa keberatan ataupun waktumu tercuri untuk sekedar mendengarkan suratan hati dari seseorang yang barang kali tak pernah engkau mengenalnya.
Putri islami…
Izinkan tarian pena ini menggores lembut lembaran-lembaran putih ini sebagai lukisan hati kami yang sedang cinta dan cemburu karena allah. Biarkan diri ini berterus terang menuliskan untaian kalimat yang sebelumnya telah kami tulis di lembar hati kami sebelum kami tuangkan di lembar putih ini.Kami pun tak mengerti apakah dirimu merasa senang atau malah benci dengan kehadiran suratan hati ini yang tak pernah kau harapkan sebelumnya.kami serahkan semua kepada pemilik hati setiap jiwa,Allah SWT.
Putri islami …
Sengaja kutulis suratan hati ini untukmu ,karena kami berharap lewat suratan hati ini bisa menjadi wasilah yang membuat harga dirimu mewangi bak melati yang berseri.
Ukhti muslimah…
Kami tulis suratan hati ini disaat hati kami kalut dan resah melihat keaadaanmu. Hingga terkadang hanya elusan dada sebagai rasa iba yang terpendam didalam jiwa.
Bagaimana tidak iba jika setiap hari aku lihat saudari-saudarimu ditelanjamngi auratnya? Ditelanjangi sehelai demi sehelai pakaian harga dirinya di depan jutaan orang sebagai tontonan para penggembira yang mengabdikan kepada hawa nafsu setan.
Bagaimana tidak resah jika tiap waktu slalu kudengar saudari-saudarimu di nodai kehormatannya , bahkan menyerahkan seluruh tubuhnya demi diobral di majalh –majalah murahan yang menjerumuskan ke jurang perzinaan. Jurang yang menjijikkan yang tak pantas dilakukan kecuali para binatang yang tak berakal.
Oh…. bagaimana diri ini tak bersedih menagis bahwa sebenarnya pasukan setan itu menggiring mereka ke lembah–lembah jahannam di balik ketertawaan dan kemasyhuran yang sebenarnya adalah tipuan.
Putri islami di negeri pertiwi…
Tidak tahukah dirimu bahwa ada bening yang menetes hangat membasahi dua pipi ini saat melihat keadaanmu? Akan tetapi seolah dirimu tak pernah mengerti arti sebuah air mata dari seseorang yang mengharapkan kejayan harga dirimu dalam menopang panji islami bagi dien ini. Hingga akhirnya dirimu enggan mendengarkan nasihat yang dengannya mungkin allah menjadikan wasilah kebaikan bagi dirimu di dunia dan akhirat kelak.
Kutulis suratan hati ini sebagai nasihat uintukmu karena allah SWT semata. Kugores saat mulut ini tak sanggup lagi bicara karena saudari-saudarimu yang tertipu itu semakin membabi buta mengumbar aurat didepan pria.Mereka bangga menjadi mangsa srigala-srigala pengumbar cinta dusta. Seakan mereka tak pernah bersedih dan justru bangga menumpuk dosa setiap harinya. Berzina dengan setiap pria yang diinginnya demi memuaskan nafsu bejatnya.Berlenggak lenggok bagaikan cacing yang kepanasan di club-club malam. Menghabiskan hari-hari siang dan malam dengan lantunan musik yang melalaikan. Meninggalkan istananya menuju panggung–panggung hiburan.Wajahnya menghitam dibalik polesan bedak tebal yang tak pernah terbasuh sucinya air wudhu yang mencerahkan.Keningnya telah jauh dari sujud sebagaimana bejat akhlaqnya yang tak karuhan.Berdandan dan berdandan demi laris dalam perzinaan.
Oh… betapa jauhnya mereka dari belaian suami tercinta , karena kekasih mereka adalah srigala yang tajam taring dan kukunya.Tak pernah merasakan nikmatnya bercanda dengan anak tercinta karena rahim mereka telah mereka haramkan dari mengandung anak sebagai anugrah dari Arrahman.Rahim mereka kotor dengan air mani haram dan menjijikan . Naudzu b illahi mindzalik
Wahai putri islami…
Tidak sampaikah kabar yang benar dari langit akan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita? Belum datangkah kepadamu akan nasihat dari kitab dan sunnah tentang orang-orang dari kalangan wanita yang di haramkan allah mencium bau jannah? Padahal bau jannah itu tercium dari jarak 500 tahun perjalanan. Itulah para wanita penggembira di dunia tanpa mengindahkan perintahNya.
Putri islami…
Sampai disini aku tak megerti apakah kata–kata ini menembus kerelung hati mu.Hingga membuat dirimu sudi merenung sejenak tuk memperbaiki diri menjadi sesosok muslimah sejati? . Muslimah sejati yang hidupnya bahagia dengan suami setia tercinta hingga di surga. Muslimah sejati yang jiwanya kaya dengan kasih sayang tulus kepada anak tercinta. Dan muslimah sejati yang hidupnya mulia menutup auratnya.
Kuharap masih tersisa secuil kesempatan tuk telusuri pahatan-pahatan pena di lembar putih ini.
Putri islami di negeri pertiwi…
Kutulis suratan hati ini saat nuraniku menjerit dan berteriak kesakitan melihat harga dirimu diinjak–injak oleh anjing–anjing durjana yang setiap saat mengintaimu. Mereka menyembunyikan kebuasan nafsunya di balik kata-kata cinta manis dan menawan. Emansipasi dan persamaan gender yang sebenarnya rayuan gombal. Mereka menyembuyikan semua itu padahal hati mereka penuh dengan makar dan tipuan bejat mereka.
Putri islami di negeri pertiwi…
Kedua mata ini sudah sepat membuka dan menatap hari-hari yang ditaburi kemaksiatan . dan telinga ini pun juga bosan mendengar musik–musik setan yang dihalalkan pengikut kebatilan.Setiap ruang dan waktu musik-musik itu bergema di telinga dengan syair-syair cinta dusta.Di puja-puja dan dihafal para remaja melebihi cintanya terhadap ayat alquran yang mulia. Bahkan ratusan ribu keluar demi menyaksikan konser musik, dengan berdesak-desakan dan berjingkrak ria. Bahkan diantara mereka ada yang meningggal di tempat maksiat bersama iringan suara gitar dan band yang melalaikan.
Putri islami…
Sampai kapan air mata ini kan mongering . Dan sampai kapan kepedihan ini kan berakhir .Aku tak mengerti jawabannya. Yang aku bisa hanyalah memberikan nasihat bagi jiwa-jiwa yang menerimanya . putri islami yang masih tenggelam dalam keterlenaaan , Ku harap engkau segera mengakhiri hari –hari kelabumu dimana bunga-bunga harga dirimu berguguran di tangan kumbang –jumbang tak beradap.
Putri islami…
Biarkan diriku dengan seonggok kesedihan ini meneruskan kembali goresan suratan hatii ini. Dan kalaulah boleh jujur hati ini sering kali menangis melihat putri-putri islami di sembelih rasa malunya dengan pisau–pisau mode, dirobek dengan belati emansipasi dan ditusuk-tusuk dengan pedang persamaan gender. Sungguh mereka telah menghalalkan segala cara.demi tercapai tujuan nafsunya.
Putri islami…
Musuh-musuhmu telah menyaiapkan ribuan wanita yang setia berperang di jalan setan.Mereka memberikan seluruh tubuhnya untuk merusakmu lewat film -film porno majalah-majalah bejat dan jutaan situs terlaknat.Mereka berikan suara indahnya tuk mendendangkan syair-syair setan yang mereka atas namakan dengan cinta. Setiap hari mereka bicara dengan subhat mereka dengan dukungan ratusan media masa.
Putri isalmi yang hatinya masih terbingkai anggun keyakinan bahwa alloh adalah Rabb sesembahanya. Kekhawatiran dan kecemburuan dalam hati ini tidak lain karena kerbanyakan dirimu telah terperngkap di lorong-lorong fujur itu.Bahkan diantara dirimu telah terbuai dengan ungkapan-ungkapan gombal dari para wanita jalang di layar lebar dan majalah kacangan di pinggir jalan .Diantara dirimu telah terlena dengan rasi-rasi bintang yang tak lebih perkataan syirik yang dihiasi dengan ramalan kebatilan
Putri islami…
Kami menghawatirkan karena subhat dalam dirimu akan hijab sebagai pakaian wajibmu dimana mereka memakai kerudung kecil berwarna warni merangsang pandangan mata .Berjalan didepan pria dengan celana jeans dan baju ketatnya.Wajahnya bersolek dan dibumbui parfum yang menyengat setiap orang yang dilaluinya. Mereka tampak islami sebenarnya menodai kemurniaan islam. dibalik kejahiliyahan model baru. Dimanakah mereka diantara hijab islami yang diajarkan Nabi SAW? Dimanakah mereka diantara adab islami yang dicontohkan istri-isteri nabi SAW? Mengapa masih ada muslimah yang bertabaruj bahkan tidak mengenal jilbab sementara al qur’an dia dengar setiap hari?
Putri islami…
Apa yang membuatmu membenci jilbab padahal ia pakaian anggunmu dimata Allah? Apa yang membuatmu ragu dengan jilbab padahal ia menjaga kehormatanmu dari mata-mata jalang . Kenapa engkau lebih menyukai berdandan seronok dengan aurat terbuka menjadi ajang zina mata durjana. Jika bukan ridha Allah ridha siapa lagi yang akan engkau cari?
Putri islami…
Kutulis surat ini untukmu karena ada harga yang harus kau bayar dengan mahal di batas waktu yang tak terhingga.Dan sesungguhnya penggalan nafas yang tak akan kembali ini akan bersaksi dihadapan ilahi. Tapi kenyataannya mengapa masih ada yang begitu tega menggadaikan harga diri dan kehormatan demi selembar uang? Bahkan harga dirinya tak sewangi bunga lagi karena naik turun sesuai pasaran perzinaan
Putri islami…
Akal sehat yang mana yang rela menjual harga dirinya dengan hanya sebotol sampo atau sebutir sabun untuk telanjang di mata jutaan orang. Ah…barang kali engkau terlalu bermimpi menggapai kemasyhuran dan lupa siksaan sebagai tebusan. Tidak tahukah tubuhmu yang setiap hari kau dandani itu telah ditunggu ulat-ulat busuk yang siap menggorogoti? Dan dirimu dikenal orang sebagai bintang perzinaan yang didemeni laki –laki biadab yang berhianat pada istri-istrinya. Apakah engkau suka saat kamatian menjemputmu dan dirimu menjadi maskot dalam kemaksiatan?
Oh…kuharap engkau mengerti suratan hati ini. Bahwa susungguhnya aku sangat ingin engkau masuk islam dengan kaffah. Aku ingin dirimu merasakan secuil iman yang setelah itu engkau tak berpaling kepada kejahiliyahan. Aku ingin engkau meneguk setetes hidayah yang membuat kehausan nafsu birahimu terobati selamanya. Semoga Allah membuatmu mencintai keimanan dan membenci jalan –jalan kejahiliyahan dan kefasikan.
Putri islami…
Kalau bukan dien ini nasihat apa gunanya pena latah ini ku alunkan. Harapanku minimal nasihat ini membebaskan ku dari tuduhan sebagai ”setan bisu” yang ridha dengan kemungkaran. Lebih jauh dari itu semoga suratan hati ini menjadi wasilah dan hujjah yang mengantarkan ke janah abadi bersanding bersama bidadari.
Saudarikun putri isalami…
Kuharap engkau tak bosan membaca suratan hati ini. Nasihat yang jujur apa adanya dari seseorang yang cinta dan cemburu karena Allah dengan harga diri saudarnya . Kalau bukan karena ridha allah tak pernah ku goreskan pena ini untukmu . Semoga setiap kata yang kau baca dapat kau pahami dan bernilai ibadah disisi allah. SWT
Putir islami…
Ingatlah para muslimah di zaman sahabat . ridha Allah dan rosulNya adalah tujuan utama. Tak bergeming menghadapi ocehan orang-orang musyrik dalam memegang diennya. Bersegera meyambut seruan allah , bahkan dalam berbagai moment mereka adalah rijal yang siap membela rosulullah SAW saat di lukai dan di lecehkan kehormatannya. Asma’,Nusaibah, Khansa tak perlu ku ceritakan tentang mereka karena namanya telah telah terukir indah dalam sejarah ummah. Pesona teladan yang mekar mewangi bagi para muslinah sejati.
Putri islami …
Lihatlah sekelilimnngmu tentang keadaan kaum muslimah hari ini. Siapakah diantara mereka yang menjadikan para istri nabi SAW dan sahabat sebagai teladan? Padahal mereka adalah orang –orang yang di janjikan dengan jannah. Bahkan diantara mereka namanya telah tercatat sebagai penghuni surga sedang mereka masih hidup di dunia.
Kenapa wanita-wanita penzina lebih di sukai dan disebut –sebut dari pada sosok mulia itui? Meniru mereka dari gaya rambut dan pakaian serba terbuka. Bahkan jika mereka terpelosok kedalam lembah zina akan mereka ikuti juga. Dimanakah harga diri itu wahai putri islami? Dimankah kesucian diri dari perbuatan busuk itu?
Lihatlah wahai putri islami ,lihatlah dengan matamu yang bersinar betapa ribuan muslimah telah mengabaikan perintah Alloh. Bahkan mereka tak mengerti bahwa jilbab itu wajib sebagaiman solat dan zakat. Bahkan mereka akan berdosa jika mereka enggan memakainya Tapi kebanyakan mereka menutup diri dan mencaci pemilik jiwa yang murni yang menunaikan perintah Alloh. Siapa yang hari ini tak mencibir orang muslimah yang berjilbab besar dan bercadar. Ejekan–ejekan tak senonoh, kata-kata pedas dan menghina, pandangan-pandangan benci dan marah, serta tuduhan-tuduhan ekstrim dan kolot lekat dari mulut-mulut yang mengaku dirinya seorang muslimah
Tidak kah mereka melihat dirinya yang lebih hina dengan bermaksiat kepada alloh setiap harinya? Tidakkah mereka sadar akan ancaman siksa alloh yang begitu perih? Dan tidakkah mereka mengerti bahwa harga dirinya telah membusuk dikelilingi makhluk kotor setan penyembah syahwat?!
Putri islami….
Jika srigala hewan itu hanya menginginkan daging ,tapi srigala manusia menginginkan sesuatu yang lebih berharga dari itu.Dia ingin engkau kehilangan harga diri. Mereka berusaha memburu harga duirimu dan merobek-robek dalam ranjang perzinaan setelah itu engkau ditertawakan karena engkau bagaikan binatang jalang yang tak punya lagi harga diri kemudian dijadikanlah engkau ajang jual beli bagi para penyembah birahi.
Putri islami… jangan tertipu kebusukan makar setan yang dibalut dengan cinta-cinta palsu seperti valentine day. Betapa hari itu telah menjadi sakral bagi penodaan yang berkedok cinta dan kasih sayang. Berapa harga diri telah melayang dalam kepalsuan dan kenaifan.Bahkan mereka mengenangnya sebagai hari bersejarah tentang kebusukan cinta mereka, mencatatnya didalam agenda dan seolah dosa-dosa itu terasa manis saat di kenangnya .Naudzubillahi mindzalik
Tidakkah engkau melihat wanita-wanita kafir penyembah syahwat yang hidupnya bergelimang dengan zina setiap harinya? Bahkan mereka membunuh anak dalam perutnya sebelum ia dilahirkannya? Entah berapa ribu anak yang dibunuh dari berzina, entah berapa ribu pula anak yang hidup tak mengetahui siapa bapaknya. Oh…begitukah yang kau cari wahai putri islami?
Saudariku….
Tak perlu aku ceritakan tentang pacaran yang telah menjadi tuntunan bagi para pemuda umat ini. Hati ini diris-iris ketika masuk dan melihat sosok–sosok pemuda di universitas-universitas islam.Duduk berdua-duaan di kesepian asyik pacaran.
Jilbab gaul yang tak karuhan; pergaulan bebas yang telah dihalalkan. Musik-misik yang dilantunkan pengganti al qur’an . Hanya beberapa gelintir ihwah mahasiswa yang allah selamatkan dari kejahiliyahan itu. Dan itu pun mendapat tekanan dari berbagai kalangan. Semoga alloh teguhka jiwa mereka.
Putri islami …
Tahukah engkau bahwa seseorang akan diadzab karena cinta yang ia sekutukan karena alloh? Fahamkankah dirimu bahwa rindu-rindu palsu itu ibarat kerak dosa didalam qolbu yang menghangi beningnya hatimu dari hidayah allah? Dan mengertikah cinta selain allah itu tidak pernah akan abadi meskipun ibarat Romeo dan Juliet?
Lantas mengapa begitu mudahnya kau obralkan cintamu dengan seseorang yang berkata “I LOVE YOU” untuk merayumu? Kenapa kata-kata itu membuatmu luluh tak berdaya dan kau berikan seluruh dirimu kepada laki laki asing yang bukan suamimu? Kenapa kata kata itu menjadi berhala didalam hatimu dan kau nodai cinta Alloh? Kenapa wahai putri islami kata yang sebenarnya bisikan iblis itu membuat dirimu gelisah tidur dan jiwamu melayang- layang?
Semua itu karena engkau tak mengerti akan cinta Alloh. Dan ruang hatimu kau biarkan kosong dengan cinta-cinta setan. Lupakan kata kata itu dari hatimu kecuali suamimu yang Alloh halalkan sebagai bajumu. Jadikanlah cintamu ladang pahala. Ladang pahala yang tumbuh dari akar-akar ma’rifatulloh. Dan batangnya kuat perkasa menjulang keangkasa dengan tauhidulloh. Jagalah cintamu, awasi jangan pernah lengah hingga engkau berlabuh di dermaga ketenangan jiwa yang bernama pernikahan islami yang diberkahi.
Oh… betapa banyaknya muslimah hancur dengan cintanya yang liar diantantara srigala srigala buas. Demi hawa nafsunya yang berkata atas nama cinta sejati mereka serahkan seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki utuk di nodai. Bahkan demi cinta palsunya ribuan orang rela bunuh diri.
Putri islami…
Cobalah berfiikir bening dan jernih. Tanyakan dengan jujur kepada nuranimu yang lembut itu. Tentang kemasyuran yang kau buru atau pun kebebasan yang kau tuju. Apakah kebebasan yang kau maksud itu kebbebasan berkencan dan berzina, seperti wanita-wanita kafir penyembah syahwat? Apakah berjingkrak ria dikonser musik itu kebebasan yang kau cari? Ataukah berdandan seksi didepan umum itu yang kau maksud? Cobalah tanyakan lagi semua itukah kebahagiaan seorang wanita? Ataukah dengan tunduk dengan syariah alloh Menjadi wanita sholehah yang terjaga auratnya?Yang dibelai suami dengan mesranya kasih sayang dalam keluarga. Begitu juga didamba putra dan putri tercinta dalam membina keluarga bahagia.
Tanyakanlah wahai putri islamiku
Demi Alloh tanyakan kepada pemburu syahwat itu. Apakah mereka rela jika anak cucunya kelak menjadi biduanita yang dihargai dengan selembar uang? Apakah mereka tega meliaht anak anaknya dicengkram srigala srigala buas yang siap merobek harga dirinya? Tanyakan pada mereka yang setiap malam menjual diri di klub klub malam menjadi wanita penghibur. Apakah mereka mendapatkan kebahagiaan dengan tidur bersama laki laki buas dan relakan mereka jika putrinya kelak seperti dia yang tak punya harga? Tanyakan wahai putriku, tanyakan jika engkau masih ragu. Tentang orang yang termahsyur diantara penyembah syahwat itu, tanyakan kepada mereka yang berlenggak-lenggok disorak sorai tepukan tangan jutaan orang. Kebahagiaan seperti apa yang dia cari dibalik keternodaaan harga dirinya.
Putri islami…
Kenapa kebanyakan engkau tak sadar bahwa kebanyakan wanita telah menjadi barang dagangan di tangan penyembah syahwat, Lihat dan bukalah matamu disepajang jalan penuh dengan pampangan wanita telanjang disapu mata sembarang orang. Lihat wahai putriku disetiap produk barang kecantikan wanita dijual dengan kemurahan. Dan iklan tv pun setiap detik seolah tak berhenti memamerkan aurat wanita. Siapakah diantara bintang tv yang paling terkenal? Tidak lain wanita yang paling berani menjual hargadirinya. Dan tak perlu kau tanya tentang koran murahan dan majalah rendahan disudut-sudut jalanan yang memamerkan wanita telanjang penghibur preman jalanan.
Apa yang kau cari wahai putri islamiku di balik semua itu.Apa yang kau dapat dengan berkencan dan foto bersama dengan orang orang fasik pembela musik. `
Apa gunanya menghabiskan masa mudamu dengan pacaran bersama laki laki yang belum tentu jadi suamimu?
Putri islamiku…
Ku harap engkau masih bersamaku hingga akhir suratan hati ini. Aku selalu dirudung duka dan dibalut rasa resah selama dirimu tak mau mengerti atau kau anggap angin lalu tentang apa yang aku ungkapkan di lembar putih ini. Bukannya diri ini ingin dikenang, sama sekali tidak wahai putri islamiku. Aku tidak ingin setiap muslimah menjadi mangsa bagi srigala srigala buas penyembah syahwat dan aku tidak ingin mereka nantinya menyesal karena merasa mengkhianati calon suaminya meskipun mereka tak mengetahuinya saat ini.
Putri islami …
Jika fitrahmu yang lembut itu masih murni, dan jika nalurimu yang halus itu belum terkoyak dan ternodai aku yakin, ya demi Alloh aku yakin engkau akan menemukan jalan kembali dari kebimbangan yang engkau hadapi. Tidak lain dan tidak bukan dengan mengetuk pintu Alloh yang terbuka bagi siapa saja siang dan malam.
Saudariku berhentilah dari kefujuran itu. Engkau adalah calon ibu yang menjadi teladan bagi putra-putrimu. Jauhilah teman dan tempat tempat yang menyeretmu kejurang kehinaan. Dan mulailah mengenal Alloh dengan menuntut ilmu dihalaqoh halaqoh kajian keislaman.
Putri islami…
Temanilah jiwa jiwa yang tegar yang menjaga syariah Alloh. Dan saling menasihatilah dalam ketaqwaan dan kesabaran.
Putri islami…
Setelah kau baca suratku ini aku berdoa semoga engkau menjadi permata yang selalu berkilau menyejukkan pandangan suamimu yang sholeh. Begitu juga menjadi teladan bagi keluargamu dan anak anakmu. Hingga bias pelangi islam yang indah itu menghiasi setiap rumah tanggamu.
Dan maafkan aku jika kata kata dilembar putih ini terlalu hambar dan kasar. Namun akau yakin engkau lebih tahu apa yang harus kau lakukan setelah membaca suratku ini. Memang tak pantas diri ini menulis banyak karena memang bukan ulama yang pantas menuliskannya. Bukan pula seorang pujangga yang kata-katanya bagai mutiara gemerlap didalam jiwa. Namun aku hanya seorang yang ingin menyampaikan nasihat kepada saudaranya satu agama.
Jika pena yang latah ini menuliskan kata kata yang mengiris pilu hatimu.maka bukan itu maksudku suratan hati ini tak lebih hanyalah wasilah yang semoga bersamaan membaca surat ini membersamai pula turunnya hidayah atas dirimu. Ya aku sangat berharap seperti itu.
Putri islami…
Engkau mempunyai andil yang besar dalam meretas jalan panjang perjuangan. Entah apa jadinya jika wanita muslimah bertingkah laksana wanita kafir yang Alloh janjikan jahanam. Sekali kali jangan lah engkau tertakjub, dimata Alloh mereka tak ada harganya dengan wanita budak yang beriman. Keindahan sejati itu bukan diwajah dan tubuh tapi dalam kesholehahan dan akhlak yang terpuji. Engkau lah seharusnya pemilik keindahan itu. Ya, hanya engkau wahai putri islami.
Dan inilah akhir dari suratan hatiku. Mudah mudahan akhir surat ini mengakhiri pula kebimbanganmu untuk memutuskan menjadi muslimah sejati. Begitu juga menjadi akhir dari hari-hari lalumu yang penuh kejahiliyahan.
Saudariku tak ada yang terlambat untuk menjadi muslimah sejati. Buang kata kata, ” Tapi aku belum mantap, nanti keluarga ku gimana?”. Tak ada kata “nanti“ bagi pribadi yang ingin mekar mewangi. Dan tak ada kata “tapi” untuk merubah diri lebih berseri.
Saudariku…
Alloh setia menanti taubatmu setiap pagi siang serta sore dan malam hari. Segeralah bertaubat sebelum mentari terbit dari barat.atau nyawa telah sampai ditenggorokan.
Sekarang katakan pada dirimu sendiri :
“AKU HARUS MENJADI MUSLIMAH SEJATI, HARUS DAN HARUS APAPUN YANG TERJADI”.
Saudariku aku sangat yakin dengan dirimu. Kau bisa mewujudkan cita cita mulia itu. PERCAYALAH..!!!
Ketika senja merekah dikota shon’a
Ahad 24 sya’ban 1429H / 24 agustus 2008.
Dari saudaramu yang cemburu karena Alloh atas harga diri saudaranya yang dinodai.
KISAH MAHAR PALING MULIA
Label: Dunia Akhwat, Nikah | author: Tim Embun TarbiyahSejarah telah berbicara tentang berbagai kisah yang bisa kita jadikan pelajaran dalam menapaki kehidupan. Sejarah pun mencatat perjalanan hidup para wanita muslimah yang teguh dan setia di atas keislamannya. Mereka adalah wanita yang kisahnya terukir di hati orang-orang beriman yang keterikatan hati mereka kepada Islam lebih kuat daripada keterikatan hatinya terhadap kenikmatan dunia. Salah satu diantara mereka adalah Rumaisha’ Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar Al-Anshariyah Al-Khazrajiyah. Beliau dikenal dengan nama Ummu Sulaim.
Siapakah Ummu Sulaim ?
Ummu Sulaim adalah ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terkenal keilmuannya dalam masalah agama. Selain itu, Ummu Sulaim adalah salah seorang wanita muslimah yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar yang telah teruji keimanannya dan konsistensinya di dalam Islam. Kemarahan suaminya yang masih kafir tidak menjadikannya gentar dalam mempertahankan aqidahnya. Keteguhannya di atas kebenaran menghasilkan kepergian suaminya dari sisinya. Namun, kesendiriannya mempertahankan keimanan bersama seorang putranya justru berbuah kesabaran sehingga keduanya menjadi bahan pembicaraan orang yang takjub dan bangga dengan ketabahannya.
Dan, apakah kalian tahu wahai saudariku???
Kesabaran dan ketabahan Ummu Sulaim telah menyemikan perasaan cinta di hati Abu Thalhah yang saat itu masih kafir. Abu Thalhah memberanikan diri untuk melamar beliau dengan tawaran mahar yang tinggi. Namun, Ummu Sulaim menyatakan ketidaktertarikannya terhadap gemerlapnya pesona dunia yang ditawarkan kehadapannya. Di dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih dan memiliki banyak jalan, terdapat pernyataan beliau bahwa ketika itu beliau berkata, “Demi Allah, orang seperti anda tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta selain dari itu.” (HR. An-Nasa’i VI/114, Al Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60). Akhirnya menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan mahar yang teramat mulia, yaitu Islam.
Kisah ini menjadi pelajaran bahwa mahar sebagai pemberian yang diberikan kepada istri berupa harta atau selainnya dengan sebab pernikahan tidak selalu identik dengan uang, emas, atau segala sesuatu yang bersifat keduniaan. Namun, mahar bisa berupa apapun yang bernilai dan diridhai istri selama bukan perkara yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesuatu yang perlu kalian tahu wahai saudariku, berdasarkan hadits dari Anas yang diriwayatkan oleh Tsabit bahwa Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda, “Aku belum pernah mendengar seorang wanita pun yang lebih mulia maharnya dari Ummu Sulaim karena maharnya adalah Islam.” (Sunan Nasa’i VI/114).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang kita untuk bermahal-mahal dalam mahar, diantaranya dalam sabda beliau adalah: “Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (HR. Abu Dawud)
Demikianlah saudariku muslimah…
Semoga kisah ini menjadi sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita dan menjadi jalan untuk meluruskan pandangan kita yang mungkin keliru dalam memaknai mahar. Selain itu, semoga kisah ini menjadi salah satu motivator kita untuk lebih konsisten dengan keislaman kita. Wallahu Waliyyuttaufiq.
Maraji:
1.Panduan Lengkap Nikah dari “A” sampai “Z” (Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq),
2.Wanita-wanita Teladan Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Mahmud Mahdi Al Istanbuli dan Musthafa Abu An Nashr Asy Syalabi)
BID’AH-BID’AH DI BULAN RAMADHAN (Menjelang atau Sesudah)
Label: Waspada | author: Tim Embun TarbiyahSatu hal yang menodai bulan Ramadhan adalah bermunculannya amalan-amalan bid'ah yang banyak dilakukan oleh sebagian kaum muslimin. Karena sudah turun temurun dilakukan merekapun menganggap baik bid'ah tersebut. Itulah sebabnya setan lebih menyukai bid'ah daripada maksiat. Khususnya di bulan Ramadhan ini, salah satu cara setan untuk menghalangi kebaikan di bulan ini adalah menebar amalan-amalan bid'ah. Para pelaku bid'ah itu merasa mereka lebih dekat kepada Allah, padahal mereka semakin jauh dari-Nya. Yang sangat menyedihkan adalah amalan-amalan bid'ah ini justru menjamur di bulan Ramadhan!
Dalam kajian kali ini kami coba membahas beberapa amalan bid'ah yang sering dilakukan oleh kaum muslimin. Semoga mereka dapat meninggalkan dan bertaubat darinya. Kami mencupliknya dari kitab Mu'jamul Bida' oleh Raa-id bin Shabri bin Abi 'Alfah dan kitab Al-Bida' Al-Hauliyah oleh Abdullah bin Abdul Aziz bin Ahmad At-Tuwairijiy serta beberapa referensi lainnya.
1. Bid'ah Punggahan.
Yakni makan-makan atau kenduri di masjid atau surau satu hari menjelang Ramadhan. Di beberapa tempat masyarakat berbondong-bondong membawa makanan beraneka ragam untuk kenduri di masjid menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kenduri seperti ini disebut punggahan. Hal ini tidak ada contohnya dari Rasulullah, para Sahabat maupun Salafus Shalih.
2. Bid'ah pesta ru'yah.
Yaitu berkeliling kota atau desa menyambut malam pertama bulan Ramadhan sebagaimana biasa dilakukan oleh pengikut-pengikut tarikat dan orang awam. Silakan lihat kitab Al-Ibdaa' fi Madhaar Al-Ibtidaa' karangan Syeikh Ali Mahfuzh.
3. Bid'ah hisab.
Yakni menentukan awal Ramadhan dengan perhitungan hisab. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa telah menegaskan bahwa cara seperti itu adalah bid'ah dalam agama. Silakan lihat Majmu' Fatawa (XXV/179-183).
4. Mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya.
Perbuatan seperti itu merupakan kedurhakaan terhadap Rasulullah Shallallahu álaihi wa Sallam. Rasulullah melarang mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi yang bertepatan dengan hari puasanya. Silakan lihat kitab Al-Ibdaa' fi Madhaar Al-Ibtidaa' karangan Syeikh Ali Mahfuzh.
5. Menyewa Qori untuk menjadi imam shalat tarawih di bulan Ramadhan.
Perbuatan ini termasuk bid'ah makruh, silakan lihat kitab As-Sunan wal Mubtada'aat (161) dan kitab Bida' Al-Qurra' karangan Muhammad Musa (42).
6. Bid'ah adanya waktu Imsak sebelum Azan Shubuh di bulan Ramadhan.
Bagaimana mungkin manusia mengharamkan apa2 yang dihalalkan Allh SWT, dimana Allah SWT melalui Rasulnya menghalalkan manusia untuk makan dan minum sampai terdengar azan shubuh, namun ada sebagian orang yang mengharamkannya 10-15 menit sebelum azan shubuh.
Silakan lihat kitab Tamaamul Minnah karangan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (415).
7. Bid'ah Tashir.
Yakni membangunkan orang untuk sahur dengan berteriak: Sahur....sahur. Perbuatan seperti ini tidak ada contohnya di zaman Rasulullah dan tidak pula diperintahkan oleh beliau. Dan tidak pula dilakukan oleh para sahabat dan tabi'in.
Di negeri Mesir, para muadzdzin menyerukan lewat menara masjid: Sahur... sahur... makan.... minum...., kemudian membaca firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu bershiyam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. 2:183)
Di negeri Syam lebih parah lagi, mereka membangunkan sahur dengan membunyikan alat musik, bernyanyi, menari dan bermain.
Tidak ketinggalan di Indonesia, berbagai macam cara dilakukan oleh orang-orang awam. Ada yang keliling kampung sambil teriak-teriak: Sahur....sahur. Di sebagian daerah dengan membunyikan musik lewat mikrofon masjid atau dengan membunyikan tape dan membawanya keliling kampung, ada yang membunyikan mercon atau meriam bambu, dan lain sebagainya.
Semua itu adalah perbuatan bid'ah.
8. Bid'ah shalat Tarawih setelah shalat Maghrib.
Bid'ah ini umumnya dilakukan oleh kaum Rafidhah (Syi’ah). Sebab mereka mengingkari shalat tarawih bahkan membencinya. Menurut mereka shalat tarawih itu bid'ah yang diada-adakan oleh Umar Radhiyallahu ánhu.
9. Bid'ah shalat Al-Qadar.
Yakni mengerjakan shalat dua rakaat berjama'ah setelah shalat tarawih, kemudian di penghujung malam mereka mengerjakan shalat seratus rakaat di malam yang mereka yakini sebagai malam Lailatul Qadar, karena itulah mereka menamakannya shalat Al-Qadar.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakannya sebagai amalan bid'ah berdasarkan kesepatakan para ulama. Silakan lihat dalam kitab Majmu' Fatawa (XXIII/122).
10. Bid'ah mengumpulkan ayat-ayat berisi doa dan membacanya di rakaat terakhir shalat tarawih setelah membaca surat An-Naas. Silakan lihat kitab Al-Baa'its karangan Abu Syaamah (halaman 84).
11. Bid'ah perayaan malam khatam Al-Qurán.
Yakni berdoa dengan suara keras secara berjama'ah atau sendiri-sendiri setelah mengkhatamkan Al-Qurán.
12. Bid'ah perayaan Nuzul Al-Qurán.
Perayaan ini dilakukan setiap tanggal tujuh belas Ramadhan. Perayaan ini dan perayaan-perayaan lain sejenisnya seperti maulid nabi, isra' mi'raj dan tahun baru Islam merupakan perbuatan bid'ah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu álaihi wa Sallam dan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat sepeninggal beliau.
13. Bid'ah perayaan mengenang perang Badar.
Salah satu perayaan bid'ah yang diada-adakan oleh manusia adalah peringatan perang Badar pada malam ke tujuh belas Ramadhan. Orang-orang awam dan yang mengaku pintar berkumpul di masjid pada malam itu. Perayaan dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qurán kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kisah perang Badar.
14. Menunda azan Maghrib di bulan Ramadhan dengan alasan untuk kehati-hatian.
Hal ini bertentangan dengan petunjuk nabi yang memerintahkan umatnya agar segera berbuka begitu bulatan matahari telah tenggelam di ufuk barat.
15. Berziarah kubur menjelang Ramadhan dan sesudahnya.
Perbuatan seperti ini banyak dilakukan oleh kaum muslimin di Indonesia. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang membumbuinya dengan perbuatan-perbuatan bid'ah atau bahkan syirik. Berziarah kubur memang dianjurkan untuk mengingat Akhirat, namun mengkhususkannya pada waktu-waktu tertentu merupakan bid'ah dalam agama. Rasulullah tidak menganjurkan waktu-waktu tertentu untuk berziarah kubur.
16. Menyalakan lilin di depan rumah dan kembang api pada malam dua puluh tujuh Ramadhan.
Sebagian orang melakukannya dengan keyakinan bahwa para malaikat akan menyinggahi rumah yang dipasangi lilin. Perbuatan seperti itu jelas bid'ah dan mirip seperti perbuatan orang-orang Nasrani merayakan natal atau tahun baru, wal iyadzu billah minad dhalal.
17. Bid'ah Megengan.
Yakni kenduri di rumah-rumah yang dilakukan pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Bid'ah ini banyak dilakukan di kampung-kampung di pulau Jawa.
18. Bid'ah Wadaa' Ramadhan.
Salah satu bid'ah yang diada-adakan di bulan Ramadhan adalah bid'ah wadaa' (perpisahan) Ramadhan. Yakni lima malam atau tiga malam terakhir di bulan Ramadhan para muadzdzin dan wakil-wakilnya berkumpul, setelah imam mengucapkan salam pada shalat witir, mereka melantunkan syair-syair berisi kesedihan mereka dengan kepergian bulan Ramadhan. Syair ini dilantunkan secara bergantian tanpa putus dengan suara keras. Tujuannya untuk mengumumkan kepada masyarakat bahwa malam ini adalah malam perpisahan bulan Ramadhan.
19. Bid'ah takbiran bersama2 dengan lafazh2 bid’ah dan memukul Beduq di malam 'Iedul Fithri.
Menurut sunnah nabi, takbiran dilakukan sendiri2 dengan boleh mengeraskan suara.
20. Bid'ah dzikir berjama'ah dengan suara keras disela-sela shalat tarawih.
Silakan lihat kitab Al-Madkhal karangan Ibnul Haaj (II/293-294).
21. Ucapan muadzdzin sebelum memulai shalat tarawih atau disela-sela shalat tarawih: "Shalaatut taraawih rahimakumullah". Lalu para berjamaah menyahut dengan teriakan2 nggak jelas.
22. Melafalkan niat: "Nawaitu shauma ghadin...." untuk berpuasa yang biasa dibaca setelah sahur.
Tidak ada satupun riwayat dari sahabat maupun tabi'in yang menyebutkan bahwa mereka melafalkan niat puasa seperti ini.
23. Bid'ah Tahwiithah.
Yaitu doa di akhir jum'at di bulan Ramadhan yang diucapkan oleh khatib di atas mimbar.
24. Bid'ah memilih-milih masjid untuk shalat tarawih di bulan Ramadhan, hingga terkadang harus bersafar karenanya. Rasulullah Shallallahu álaihi wa Sallam memerintahkan kita untuk shalat di masjid yang terdekat dengan kita dan melarang memilih-milih masjid.
25. Bid'ah Hafizhah.
Yakni surat sakti yang ditulis oleh khatib di akhir jum'at pada bulan Ramadhan, sebagian orang jahil meyakini surat sakti ini dapat menjaga mereka dari bahaya kebakaran, banjir, pencurian dan musibah lainnya.
26. Membaca surat Al-An'am (pada rakaat terakhir shalat tarawih di malam kedua puluh tujuh Ramadhan).
27. Bid'ah shalat khatam Al-Qurán pada bulan Ramadhan dengan melakukan seluruh sujud tilawah dalam satu rakaat.
28. Mengada-adakan gerakan ataupun ucapan dalam shalat tarawih yang tidak ada tuntunannya dalam sunnah. Sebagai contoh ucapan sebagian orang di beberapa negeri Islam: "Shallu yaa Hadhdhaar 'Alan Nabi" atau ucapan: "Ash-Shalaatul Qiyam Atsabakumullah". Demikian pula takbir dan tahlil setiap selesai dua rakaat, membaca shalawat nabi, menyuarakan tabligh (penyampaian suara) diantara mereka dengan suara keras. Dan perbuatan-perbuatan bid'ah, sesat dan mungkar lainnya yang mesti ditinggalkan karena sangat mengganggu orang yang sedang beribadah di rumah Allah.
29. Meniru-niru bacaan para qari'.
Hampir mirip dengan kesalahan di atas adalah meniru-niru bacaan sejumlah qari' sebagaimana banyak dilakukan oleh orang-orang sekarang. Kadang memaksakan diri meniru bacaannya. Sehingga yang menjadi tujuannya hanyalah mengelokkan suara, menarik perhatian orang kepadanya, mengatur alat pengeras suara dan sound system untuk menarik jama'ah shalat.
30. Membaca doa khatam al-qurán dalam shalat tarawih.
Sebagian imam ada yang berlebihan dalam masalah ini. Mereka sengaja menyusun doa-doa dengan irama tertentu, mengikuti sajak, berusaha menangis atau memaksakan diri menangis dan khusyuk serta merubah-rubah suara dengan cara yang tidak pantas menjadi contoh dalam membaca Al-Qurán.
Demikianlah beberapa bid'ah yang dapat kami rangkum dalam kesempatan kali ini. Sebenarnya masih banyak lagi bentuk-bentuk bid'ah lainnya yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu di sini. Hendaknya kaum muslimin dapat menghindari amalan-amalan bid'ah tersebut agar bulan Ramadhan yang suci ini tidak ternodai dengannya.
Saudariku, Akhirilah Kepedihanmu!
Label: Dunia Akhwat | author: Tim Embun TarbiyahKaum muslimah adalah salah satu benteng dari benteng-benteng Islam yang tidak boleh dijamah, apalagi dirusak. Di pundak mereka ada tanggung jawab besar untuk melindungi, mentarbiyyah dan menjaga ummat dari berbagai kerusakan yang menyesatkan. Apabila para muslimah senantiasa istiqāmah dalam mengayomi ummat, maka seluruh lapisan masyarakat pun akan terlindungi. Keshalehan dan ‘iffah (kesucian jiwa) mereka merupakan jalan untuk melindungi ummat dari kemunduran dan kesenangan menurutkan hawa nafsu.
Karena inilah saudariku...musuh-musuh Allah Subhanahu Wa Ta'ala baik dari kalangan Westernis (pembeo kebudayaan Barat) maupun Sekuleris senantiasa berusaha keras untuk dapat menghancurkan benteng kokoh yang mulia dan untuk memecahkan permata yang belum terjamah ini.
Mulailah mereka menyebarkan racun dan rayuan maut untuk menjerumuskan kaum muslimah dari agama dan ketakwaannya. Mereka memobilisasi berbagai media massa untuk mengiklankan beragam bentuk fāhisyah (perbuatan keji lagi lacur) sebagai suatu seni atau sebagai sebuah peradaban. Dan mereka sebarkan pula peradaban semu yang hina, seperti komoditi seksual, dengan tujuan untuk merubah tatanan masyarakat dan opini publik terhadap kaum muslimah atau harga diri seorang wanita.
Sesungguhnya hal ini bukanlah hal yang aneh, karena ini merupakan slogan dan adat-istiadat yang telah mendarah daging bagi mereka. Namun, yang sebaiknya kita perbuat adalah untuk saling bertanya dengan tulus ikhlash:
“Apa sajakah yang telah diperbuat para da'i kita, dalam mengayomi permata ini?”
Tentunya yang paling berhak untuk merenungi pertanyaan ini adalah para wanita muslimah yang shalihah, dan merekalah yang lebih layak merenunginya. Sesungguhnya kita semua dituntut untuk mengetahui dengan seksama bahwa realita ummat kita, baik dari segi sosial masyarakat maupun dari sisi dakwah, menunjukkan satu kesimpulan pasti bahwa kita semua kurang memberikan porsi dan perhatian yang cukup untuk mendakwahi kaum muslimah.
Kitapun melihat bahwa kebanyakan muslimah yang shalihah, terlebih yang awamnya lebih banyak diam dan tidak mampu berbuat banyak dalam berdakwah kepada kalangannya sendiri. Bahkan kebanyakan mereka hanya pandai mencari berbagai alasan semu atau kambing hitam, agar ketidakmampuan dan sifat diam mereka dapat dilegalkan.
Bukankah secara pasti kita semua mengetahui bahwa rintangan-rintangan dakwah yang dihadapi oleh kaum wanita adalah lebih banyak daripada yang menimpa saudara-saudaranya, kaum lelaki?
Namun, apakah hal ini justru menjadi alasan kuat bagi seorang wanita untuk bersiap menyongsong kebangkitannya?
Ataukah dibenarkan bagi seorang wanita dā’iyyah untuk bermalas-malasan dan berfutūr (berpangku tangan, malas) ria?
Wahai saudariku, marilah sejenak bersama-sama kita merenungi khabar berita dari Abū Hurayrah Radialhu Anhu tatkala berkata:
“Ada seseorang berkulit hitam–lelaki ataupun perempuan– meninggal dunia dan dia adalah orang yang senantiasa menyapu masjid, dan kematiannya belum diketahui oleh Rasulullah. Maka ketika pada suatu hari beliau diinformasikan tentang hal tersebut, maka beliau berkata: Apakah yang telah dikerjakannya? Lalu dijawab: Dia telah meninggal, wahai Rasulullah! Beliau berkata: Maukah kalian menginformasikannya lebih lanjut? Maka merekapun menjawab: Sesungguhnya dia itu begini dan begini –tentang kisah hidupnya–, seakan-akan merendahkannya. Maka beliau berkata: Tolong tunjukkan kepadaku kuburannya! Kemudian beliau mendatangi kuburannya dan menyalatkannya” (HR. al-Bukhāri dalam Kitāb ash-Shalāh Bāb Kans al-Masjid 1/552 No. 458 dan Mus-lim dalam Kitāb al-Imārah Bāb Fadhl al-Jihād wa ar-Ribāth 3/1503 No. 1889)
Subhānallah...seorang wanita –sebagaimana dalam riwayat lain– yang oleh kebanyakan orang dipandang dengan sebelah mata ataupun hina...Namun nilai (kemuliaannya) di sisi Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam sangatlah agung sehingga beliau menanyakan hal-ihwalnya dan juga menyalatkannya.
Wanita tersebut telah menunaikan tugas dan tanggung jawabnya –meskipun dianggap sepele-, akan tetapi di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala merupakan amalan yang agung sehingga berhak mendapatkan pujian dan perhatian dari Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam.
Sesungguhnya hal ini adalah suatu bentuk kreatifitas, yang mendorong wanita agung tersebut untuk berkhidmat kepada kaum muslimin dalam memenuhi hajat kebutuhan mereka. Itulah gambaran amalan mulia yang berasal dari seorang wanita lemah dalam pandangan orang lain...Namun hatinya adalah hati yang dipenuhi dengan ketaatan yang sanggup untuk melahirkan kesungguhan dan pengorbanan, tanpa disertai perasaan malu atau malas sedikitpun.
Sesungguhnya hal ini adalah suatu bentuk kreatifitas, yang membuat bangga hati orang-orang yang memiliki nurani yang sensitif (dalam kebaikan) dan senantiasa bergelora (untuk berjuang). Maka diapun bangkit untuk segera mempersembahkan kemampuan dirinya untuk mengharap wajah Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata, tanpa dibarengi perasaan berpasrah diri atau menunggu orang lain saja yang akan berbuat.
Ternyata banyak sekali pengaruh yang meresap dalam jiwa tatkala kita menyaksikan kebiasaan yang telah mendarah daging seperti ini, dan ternyata sering kita lihat. Sebaliknya, kita menyaksikan bahwa kebanyakan wanita shalihah justru berpaling dan menghindar dari amanat dan tanggung jawab yang besar ini.
Subhānallah...Mengapa saudariku meninggalkan medan mulia ini? Lalu, kepada siapa saudari akan berharap agar ada orang lain yang akan memainkan peranannya?
Ataukah hati saudariku tidak merasa tersayat tatkala melihat berbagai kebejadan yang memberondong kehidupan melalui taring-taring tajam dunia maya (internet) dan juga melalui berbagai media massa? Dengan mudah mereka mempermainkan dan mengombang-ambingkan saudari-saudarimu sehingga merenggut ‘iffah (kesucian diri) dan kemuliannya?
Tidakkah hati saudariku merasa teriris tatkala menyaksikan beragam kerusakan yang menimpa saudari-saudarimu? Atau bahkan yang tersebar luas di rumah-rumah kita bagaikan kobaran api yang menyala-nyala?
Atau masih sanggupkah saudariku merasakan lezatnya makanan dan minuman tatkala saudariku menyaksikan seorang pemudi dan diikuti oleh pemudi lainnya, mulai mencampakkah hijabnya? Atau mulai berdansa-dansi ke sana kemari karena terbuai alunan musik durjana pembawa petaka dan fitnah?
Ya Allah...!! Bagaimana mungkin saudariku masih diam seribu bahasa, sementara engkau memiliki kemampuan –dengan karunia Allah– untuk melindungi dan mengayomi saudari-saudarimu dari jerat dan tipu-daya para durjana? Sudah keringkah air matamu? Atau sudah tenteramkah hatimu? Ataukah Allah Subhanahu Wa Ta'ala meridhai langkahmu?
Saudariku sesama hamba Allah Subhanahu Wa Ta'ala......
Sekaranglah saatnya, agar engkau mulai mempersiapkan diri...karena kalau tidak, maka sesungguhnya ummat ini adalah tanggung jawabmu. Sesungguhnya kelalaianmu merupakan kesempatan yang engkau berikan kepada para durjana untuk bebas melakukan segala upayanya. Barangsiapa yang menyadari akan besarnya tanggung jawab yang harus diembannya, maka dia akan terbebas dari segala dosa...
Barangsiapa membenarkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka Allahpun akan mengakuinya sebagai hamba-Nya yang jujur.
وَ مَنْ رَعَى غَنَمًا فِي أَرْضٍ مَسْبَعَةٍ
وَ نَـامَ عَنْهَا تَوَلَّى رَعْيهَا اْلأَسَـد
Barangsiapa mengembalakan kambingnya di lahan yang penuh binatang buas
Kemudian dia terlelap menjaganya, maka tidaklah heran apabila gembalaannya diterkam harimau
Saudariku......bangkitlah, pelajarilah agamamu, dakwahi saudari-saudarimu terus berjuanglah wahai saudariku, ayunkan langkah pastimu dan akhirilah kepedihanmu, didiklah kaummu dimanapun kakimu berdiri, dibalut Iman tetap tegarlah kuntum mawar nan mewangi.









